Asuransi syariah di Indonesia

Asuransi syariah di Indonesia – Walaupun mempunyai manfaat yang sama dengan asuransi konvensional, yakni dalam hal memberikan perlindungan kepada para pemegang polis, namun pada praktiknya asuransi syariah memiliki ciri khusus yang menjadi pembeda dengan asuransi konvensional. Salah satunya, asuransi syariah mempunyai sifat gotong royong yang mana para peserta asuransi syariah bisa saling memberikan proteksi dalam bentuk biaya perlindungan kepada peserta asuransi syariah yang lain.

 

Ada beberapa hal yang biasa ditanyakan oleh calon peserta tentang asuransi syariah. Nah, di sini saya akan menjelaskan beberapa hal yang kerap dipertanyakan oleh calon peserta sebelum membeli asuransi syariah.

 

Dua akad yang penting dalam asuransi syariah

Terdapat dua akad penting yang wajib disertakan dalam polis asuransi syariah. Pertama, akad tabarru yaitu akad hibah dalam wujud pemberian dana dari satu peserta kepada Dana Tabarru untuk tujuan saling membantu di antara para peserta yang tidak bersifat serta bukan untuk tujuan komersial.

 

Kedua, akad tijarah. yaitu akad antara peserta asuransi syariah dengan perusahaan asuransi. Di mana, peserta asuransi syariah memberikan kuasa kepada perusahaan asuransi selaku wakil peserta dalam hal mengelola dana Tabarru serta ataupun dana investasi peserta sesuai dengan kuasa ataupun wewenang yang diberikan, dengan imbalannya berbentuk ujrah (fee).

 

Asuransi syariah di Indonesia wajib terbebas dari 5 unsur

Prinsip syariah mewajibkan asuransi syariah terbebas dari unsur-unsur berikut ini. Di antaranya adalah riba, (kelebihan atas benda yang dipertukarkan), gharar (ketidakpastian dalam transaksi), maysir (spekulasi ataupun judi), risywah (sesuatu pemberian yang bertujuan untuk mengambil suatu yang bukan haknya) serta tadlis (penipuan, atau ketidakjujuran).

 

Dengan begitu, tujuan utama dari prinsip syariah ialah untuk kemaslahatan umat serta agar rasa keadilan dapat terpenuhi.

 

Baca juga: Sejarah Asuransi Syariah di Indonesia

 

Asuransi syariah tidak hanya untuk muslim

Walaupun identik dengan ajaran Islam, sejatinya asuransi syariah tidaklah eksklusif diperuntukkan untuk umat muslim semata. Nilai-nilai yang jadi prinsip asuransi syariah merupakan nilai-nilai umum, semacam nilai kemanusiaan, nilai keadilan, serta saling membantu; sehingga siapa saja dapat serta boleh menggunakan asuransi syariah apabila dirasa sesuai dengan nilai yang diyakini.

 

Kemampuan memperoleh Surplus Underwriting

Dana Tabarru yang dikumpulkan oleh para peserta asuransi syariah diperuntukkan untuk beberapa hal. Antara lain, untuk pembayaran santunan ataupun klaim, pembayaran Tabarru Reasuransi, pembayaran kembali Qardh, pembiayaan bayaran yang terkait langsung dengan pengelolaan aset dari Dana Tabarru (misalnya untuk biaya rekening, pajak hasil investasi, dan lain sebagainya), juga pengembalian Dana Tabarru ke peserta (pembatalan polis/freelook period, pembatalan polis oleh perusahaan sebelum masa perjanjian berakhir).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *